ANALISIS BIAYA
Analisis biaya memainkan peran sentral dalam ekonomi manajerial karena pada dasarnya setiap keputusan manajerial memerlukan perbandingan antara biaya dan manfaat. Misalnya, keputusan untuk memperluas keluaran mengharuskan perbandingan antara peningkatan pendapatan yang diturunkan dari peningkatan penjualan dengan biaya produk yang lebih tinggi yang dikeluarkan. Demikian pula, sebuah keputusan untuk memperluas aktiva modal memerlukan perbandingan antara pendapatan yang diharapkan dari investasi tersebut dan biaya dana yang diperlukan untuknya.
Dalam bab ini kita meneliti sejumlah konsep biaya, termasuk biaya alternative, biaya eksplisit versus biaya implicit, biaya marginal, biaya incremental, dan biaya hangus. Kita juga mengaitkan biaya produksi dengan fungsi produksi dan mengembangkan fungsi biaya jangka panjang dan jangka pendek yang sesuai untuk pengukuran empiris.
KONSEP BIAYA RELEVAN
Biaya merujuk pada harga yang di bayarkan untuk barang. Biaya yang harus digunakan dalam sebuah situasi keputusan tertentu disebut biaya relevan.ketika menghitung biaya untuk surat surat pemberitauan pajak perusahaan,undang-undang mengharuskan penggunaan jumlah nilai uang actual yang di pergunakan untuk memberi tenaga kerja ,bahan mentah,dan peralatan modal yang di pergunakan dalam produksi .jadi,untuk maksud pajak ,pengeluaran historis actual merupakan biaya relevan.Tetapi kebanyakan keputusan manajerial.biaya historis kemungkinan tidak sesuai.Demikian pula jika sebuah perusahaan memiliki satu peralatan yang telah sepenuhnya di susutkan.
BIAYA KESEMPATAN
Biaya kesempatan adalah nilai yang harus dilepaskan dalam penggunaan sebuah sumber daya untuk satu maksud sepesifik atau dalam melakukan satu kegiatan tertentu.Istilah biaya kesempatan dapat mengekspresikan gagasan bahwa biaya relevan dari sebuah sumber daya ditentukan oleh nilainya dalam penggunaan alternatif terbaik dengan kata lain, biaya kesempatan adalah nilai yang harus dilepaskan dalam penggunaan sebuah sumber daya untuk satu maksud spesifik atau dalam melakukan satu kegiatan tertentu.
BIAYA EKSPLISIT DAN IMPLISIT
Umumnya biaya penggunaan sumber daya dalam produksi melibatkan baik biaya yang dibayarkan atau biaya eksplisit maupun biaya non kas lainnya yang disebut biaya implisit. Upah yang dibayarkan, biaya sarana umum, pembayaran untuk bahan mentah, bunga yang dibayarkan kepada para pemegang obligasi perusahaan, dan sewa atas bangunan semua adalah contoh-contoh biaya eksplisit.
Biaya implisit yang berkaitan dengan setiap keputusan jauh lebih sulit untuk dihitung. Karena pembayaran kas tidak dilakukan untuk pembayaran implisit, konsep biaya kesempatan harus digunakan untuk mengukurnya.
BIAYA INKREMENTAL DAN BIAYA HANGUS DALAM ANALISIS KEPUTUSAN
Definisi biaya incremental sebagai biaya yang bervariasi diantara keputusan adalah serupa dengan konsep marjinal, yang diperkenalkan sebagai komponen kunci dalam proses optimisasi. Konsep biaya incremental cukup jauh lebih luas, yang mengarahkan bukan hanya konsep biaya marjinal, tetapi juga variasi biaya yang timbul dari setiap aspek dalam masalah keputusan. Konsep biaya inkremental berarti bahwa biaya tetap yang tidak akan dipengaruhi oleh sebuah keputusan adalah tidak relevan dan sebaiknya tidak dimasukkan dalam analisis.
Biaya yang tidak bervariasi diantara beberapa anternatif disebut biaya hangus; biaya ini tidak berperan dalam menentukan arah tindakan yang optimal. Contohnya, jika sebuah perusahaan memiliki ruang gudang yang tidak dipergunakan dan akan tetap kosong, maka biaya penyimpanan produk baru di dalamnya akan nol, dan biaya inkremental yang harus dipertimbangkan dalam memutuskan apakah produk baru tersebut akan dibuat haruslah nol.
BIAYA JANGKA PENDEK DAN JANGKA PANJANG
Jangka pendek didefinisikan sebagai sebuah periode selama mana beberapa masukan dari sebuah perusahaan adalah tetap. Dalam jangka panjang, perusahaan dapat meningkatkan, mengurangi, atau mengubah semua factor produksi tanpa batasan. Jadi, dalam jangka pendek, keputusan perusahaan dibatasi oleh pengeluaran modal sebelumnya dan komitmen lainnya; dalam jangka panjang, tidak terdapat pembatasan seperti itu
Biaya Tetap dan Biaya Variable
Biaya yang tidak bervariasi dalam kaitannya dengan keluaran disebut biaya tetap. Termasuk di dalamnya adalah bunga atas modal yang dipinjam, biaya sewa atas pabrik dan peralatan dan yang disewa, penyusutan yang dikaitkan dengan jalannya waktu, pajak bumi dan bangunan.
Biaya variable bervariasi dengan perubahan dalam keluaran; biaya ini adalah fungsi dari tingkat keluaran. Termasuk di dalamnya adalah biaya-biaya seperti bahan baku, biaya variable dari biaya sarana umum.
KURVA BIAYA JANGKA PENDEK
Kurva biaya jangka pendek dibentuk untuk mencerminkan kombinasi masukan optimal (atau berbiaya terendah) untuk memproduksi keluaran tertentu dengan diketahui ukuran pabrik yang spesifik
Biaya Total = TC = TFC +TVC
Biaya Tetap Rata-Rata = AFC = TFC / Q
Biaya Variable Rata-Rata = AVC = TVC / Q
Biaya Total Rata-Rata = ATC = TC/Q= AFC+ AVC
Biaya Marginal = MC = ∆TC/∆Q = dTC/dQ
Biaya marginal adalah perubahan dalam biaya yang diasosiasikan dengan satu perubahan dalam keluaran, dan karena biaya tetap tidak bervariasi dalam kaitannya dengan keluaran, biaya tetap tidak mempengaruhi biaya marginal.
KURVA BIAYA JANGKA PANJANG
Kurva biaya jangka panjang dibentuk atas dasar asumsi bahwa sebuah pabrik yang optimal, dengan diketahui teknologi yang ada, dipergunakan untuk memproduksi setiap tingkat keluaran tertentu.
Biaya Total Jangka Panjang
Jika harga masukan sebuah perusahaan tidak dipengarui oleh jumlah sumber daya yang di beli,maka terdapat hubungan langsung antara biaya dan produksi.
Tingkat Pengembalian Terhadap Skala
Banyak factor untu menghasilkan pola tingkat pengembalian terhadap skala,yang pertama meningkat lalu menurun. Skala ekonomi, yang meyebabkan biaya rata-rata jangka panjang yang menurun, di hasilkan faktor2 baik yang berkaitan dengan produksi maupun pasar.
Factor-faktor teknologi juga mengarah pada skala ekonomi. Seperti dengan tenaga kerja, operasi skala besar umumnya mengijinkan penggunaan peralatan yang sangat terspesialisasi, dibandingkan mesin yang lebih sesuai dengan berbagai keadaan tetapi kurang efisien, yang dipergunakan dalam perusahaan-perusahaan yang lebih kecil.
Elastisitas Biaya dan Tingkat Pengembalian terhadap Skala
Elastisitas biaya, mengukur persentase perubahan dalam biaya total yang diasosiasikan dengan perubahan 1 persen dalam keluaran.
SKALA EFISIEN MINIMUM
Bentuk kurva biaya rata-rata jangka panjang adalah penting bukan hanya karena implikasinya terhadap keputusan skala pabrik tetapi juga karena pengaruhnya terhadap tingkat persaingan yang potensial dlam sebuah industri. Sekalipun hubungan biaya yang berbentuk U adalh cukup umum, hubungan ini tidak universal. Skala efisiensi minimum didefinisikan sebagai tingkat keluaran di mana biaya rata-rata jangka panjang diminimumkan pertama kali. Jadi, MES akan ditemukan di tiitk minimum dalam kurva biaya rata-rata jangka panjang.
Biaya Transportasi dan MES
Biaya transportasi memainkan peran penting dalam menentukan skala operasi yang efisien. Biaya transportasi mencakup biaya terminal, biaya pengiriman, dan biaya sediaan yang diasosiasikan dengan pemindahan keluaran dari sarana produksi ke pelanggan.
RUANG LINGKUP EKONOMI
Ruang lingkup ekonomi terdapat untuk berbagai keluaran ketika biaya produksi bersama lebih kecil dari pada biaya memproduksi setiap keluaran secara terpisah. Dengan kata lain, sebuah perusahaan akan memproduksi produk-produk yang komplementer dalam arti bahwa menghasilkan produk-produk tersebut secara bersama-sama berharga lebih rendah daripada memproduksinya secara individual.
ANALISIS BIAYA-VOLUME-LABA
Analisis biaya-volume-laba adalah sebuah teknik analisis penting yang dipergunakan untuk memperlajari hubungan antara biaya, pendapatan dan laba.
Analisis Biaya-Volume-laba dan Pengungkitan Operasi
Analisis biaya-volume-laba juga berguna untuk menganalisis karakteristik keuangan dari beberapa system produksi alterlatif. Di sini analisis tersebut berfokus pada bagaimana biaya total dan laba bervariasi dengan keluaran sementara perusahaan beroperasi dalam cara yang lebih dimekanisasi dan diotomatisasi dan dengan demikian menggantikan biaya variable dengan biaya tetap.
Tingkat Pengungkitan Operasi. Pengungkitan operasi dapat didefinisikan secara lebih tepat dalam bentuk bagaimana sebuah perubahan tertentu dalam volume akan mempengaruhi laba.
KESIMPULAN
Analisis biaya memainkan peran kunci dalam kebanyakan keputusan manajerial. Dalam bab ini, kami memperkenalkan sejumlah konsep biaya, memperlihatkan hubungan antara fungsi biaya dan fungsi produksi dan meneliti beberapa analisis biaya jangka pendek dan jangka panjang dan masalah-masalah estimasi.
Walaupun definisi biaya relevan bervariasi dari satu keputusan ke keputusan lainnya, beberapa konsep penting adalah umum dalam sebuah analisis biaya. Pertama, biaya relevan dari sebuah sumber daya ditentukan oleh nilainya dalam penggunaan alternative terbaik. Kedua, biaya relevan dari sebuah keputusan hanya mencakup biaya yang dipengaruhi oleh tindakanyang sedang dipertimbangkan. Yang terakhir, kehati-hatian harus di ambil untuk memastikan bahwa semua biaya, baik eksplisit maupun implisit yangh dipengaruhi oleh sebuah keputusan dimasukkan dalam analisis.
Penggunaan yang tepat dari konsep biaya relevan memerlukan pemahaman tentang hubungan biaya/keluaran sebuah perusahaan dan fungsi biayanya. Fungsi biaya ditentukan oleh fungsi produksi dan fungsi penawaran pasar untuk masukan. Fungsi produksi menyatakan hubungan teknis antara masukan dan keluaran dan harga masukan mengkonversikan hubungan fisik ini ke dalam fungsi biaya/keluaran.
Dua fungsi biaya dasar dipergunakan dalam pengambilan keputusan manajerial. Fungsi biaya jangka pendek, yang diperlukan dalam banyak keputusan operasi sehari-hari dang fungsi biaya jangka panjang yang dipergunakan untuk maksud perencanaan. Jangka pendek adalah periode selama mana dari sarana produksi perusahaan tidak dapat diubah. Jangka panjang adalah periode yang cukup panjang untuk mengijinkan perusahaan untuk mengubah sistem produksinya secara sepenuhnya dengan menambahkan, mengurangi atau sepenuhnya memodifikasi asetnya.
Dalam jangka pendek, bentuk kurva biaya perusahaan akan ditentukan sebagian besar oleh produktivitas faktor-faktor masukan variabelnya. Di sepanjang kisaran keluaran tersebut, diamana produktivitas marginal masukan variabel meningkat, biaya akan meningkat dengan kurang dari proporsional dibandingkan keluaran, sehingga biaya unit menurun. Setelah tingkat pengembalian yang menurun untuk faktor variabel tersebut terjadi, biaya akan mulai meningkat lebih cepat daripada keluaran dan biaya unit akan mulai meningkat
Hubungan serupa berlaku untuk kurva biaya jangka panjang, disini semua masukan adalah variabel dan bentuk kurva biaya tersebut ditentukan oleh adanya skaka ekonomi atau dis-ekonomi. Jika terdapat skala ekonomi, elastisitas biaya akan kurang dari satu dan biaya unit akan menurun sementara keluaran meningkat, tetapi, setalah skala dis-ekonomi mulai mendominasi dan biaya rata-rata akan meningkat.
Tingkat keluaran dimana skala enonomi tidak lagi secara significant mengurangi biaya mendefinisikan skala efisien minimum (MES) dari operasi. MES memiliki implikasi paling penting baik untuk keputusan ukuran pabrik maupun ukuran perusahaan dan untuk persaingan industri. Walaupun sebuah perusahaan menginginkan untuk memproduksi keluaran di tingakat biaya minimum yang mungkin, ketidakpastian seringkali mengharuskan pertimbangan antara biaya yang lebih rendah dengan keluwesandalam kasus ini perusahaan harus meneliti probabilitas distribusi permintaan dan selisih biaya relatif dari teknik-teknik produksi alternatif. Lalu memilih salah satunyayang memaksimunkan
Kurva pembelajaran menjabarka penurunan dalam biaya rata-rata yang dihsilkan peningkatan pengalaman produksi. Fenomena ini merupakan faktor penting dalam memproyeksikan biaya pabrikan dimasa mendatang dalam beberapa industri baru atau yang bertumbuh dengan cepat. Ruang lingkup ekonomi terdapat ketika sifat produk yang saling melengkapi dalam produksi mengurangi biaya produksi bersama, sebagaimana diperbandingkan dengan produksi individual. Seperti manfaat kurva pembelajaran, ruang lingkup ekonomi dapat memainkan peran penting dalam pengambilan keputusan manajerial jangka panjang.
Analisis biaya-volume laba merupakan alat penunggu untuk bersama-sama mempertimbangkan biaya tetap, biaya variabel pendapataan dan laba. Analisis ini dapat dipergunakan untuk mempelajari pengaruh memvariasikan tingkat pengungkitan operasi yang dipergunakan sebuah perusahaan dan implikasi dari konsep kontribusi laba.
Minggu, 13 Maret 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar