A.Pengertian Penjadwalan
Menurut Sumayang (2003:183) penjadwalan dapat dibedakan berdasarkan jenis proses produksinya yaitu:
1.Penjadwalan proses yang terus menerus (line process scheduking)
Penjadwalan proses ini digunakan pada jalur proses perakitan dan pengolahan.
2.Penjadwalan proses yang terputus-putus (intermittent process)
Penjadwalan pada proses ini masing-masing job mengalir pergerakkan yang teratur dan penuh dengan jadwal mulai dan berhenti. Penjadwalan intermitten mempunyai hubungan yang erat dengan bebrapa hal antara lain:
a.Analisis pemasukan dan pengeluaran (input-out put analiysis)
b.Pebebanan (loading)
c.Tahapan (sequecing)
d.Pengiriman (dispatching)
Menurut P. Tampubolon (2004:110) dalam sistem operasional dikenal empat strategi proses yaitu:
1.Proses produksi yang terputus-putus (intermittent process) merupakan kegiatan operasional yang mempergunakan perakitan produksi yang disusun dan diatur sedemikian rupa, yang dapat dimanfaatkan untuk secara fleksibel untuk menghasilkan berbagai produk dan jasa.
2.Proses produksi yang kontinue (continus process) merupakan proses produksi yang mempergunakan perakitan produksi yang disusun dan diatur dengan memperhatikan urutan-urutan kegiatan dalam menghasilkan produk atau jasa.
3.Proses produksi yang berulang-ulang (repatitive process) merupakan proses produksi yang menggabungkan fungsi intermittent process dan continus process.
4.Proses produksi masa (mass customization) merupaklan proses produksi yang menggabungkan intermittent process, continus process, serta repatitive process yang menggunakan berbagai komponen bahan, mempergunakan teknik skedul produksi dan mengutamakan kecepatan pelayanan.
PEMBEBANAN
Merupakan penugasan secara terpadu, pusat-pusat kerja agar biaya, waktu kosong, pemenuhan waktu dapat ‘optimal’.
Alat bantunya : GANTT CHART
Caranya :
a. Penjadwalan maju : Pekerjaan dimulai seawal mungkin, begitu order diterima
b. Penjadwalan mundur : Pekerjaan / aktivitas akhir dijadwal dulu (kebalikan penjadwalan maju).
Pengurutan Pada Dua Departemen Kerja
Metode yang digunakan adalah Metode Johnson, dengan prosedur :
1. Susun daftar pekerjaan dan waktu prosesnya untuk setiap departemen
2. Pilih pekerjaan dengan waktu proses terpendek. Jika waktu terpendek tersebut berada di departemen kerja 1, urutkan di awal, dan jika berada di departemen 2, urutkan di paling belakang.
3. Lanjutkan pencarian waktu proses terpendek berikutnya.
Pengurutan Pada Lebih dari Dua Departemen Kerja
Metode tetap dengan metode Johnson, namun dengan sedikit modifikasi dan
memenuhi salah satu dari kondisi berikut ini :
1. Waktu proses terpendek dari departemen 1 harus lebih lama dari waktu proses terpanjang pada departemen 2.
2. Waktu proses terpendek dari departemen 3 harus lebih lama dari waktu proses terpanjang pada departemen 2.
B. Kriteria Penjadwalan
Teknik penjadwalan yang benar tergantung pada volume pesanan, sifat alami operasi, dan kompleksitas pekerjaan secara keseluruhan, serta kepentingan dari kriteria.
Keempat kriteria tersebut adalah sebagai berikut:
1.Meminimalkan waktu penyelesaian, dievaluasi dengan menentukan waktu penyelesaian rata-rata untuk setiap pekerjaan.
2.Memaksimalkan utilisasi, dievaluasi dengan menghitung persentase waktu suatu fasilitas yang digunakan.
3.Meminimalkan persediaan barang setengah jadi (work in process/WIP), dievaluasi dengan menentukan jumlah pekerjaan rata-rata dalam system.
4.Meminimalkan waktu tunggu pelanggan, dievaluasi dengan menentukan jumlah keterlambatan rata-rata.
Keempat kriteria ini digunakan dalam industri untuk mengevaluasi kinerja penjadwalan.
Penjadwalan Pusat Kerja Yang Terfokus Pada Proses
Fasilitas yang terfokus pada proses (fasilitas intermitten atau bengkel kerja) merupakan sistem dengan variasi tinggi atau volume rendah yang biasanya dijumpai ada organisasi manufaktur dan jasa. Untuk menjalankan sebuah fasilitas secara seimbang dan efisien, manajer memerlukan sebuah sistem perencanaan dan pengendalian produksi.
Sistem tersebut adalah sebagai berikut:
1.Menjadwalkan pesanan yang datang tanpa melampaui keterbatasn kapasitas pusat kerja masing-masing.
2.Memeriksa ketersediaan peralatan dan bahan sebelum mengeluarkan pesanan ke suatu departemen.
3.Menentukan batas waktu untuk setiap pekerjaan dan memeriksa kemajuan pekerjaan terhadap batas waktu dan waktu tunggu dari pemesanan.
4.Memeriksa bahan setengah jadi selagi pekerjaan dilakukan.
5.Memberikan umpan balik pada aktivitas pabrik dan produksi.
6.Memberikan statistik efisien pekerjaan dan mengawasi operator untuk kepentingan analisis pengupahan dan distribusi tenaga kerja.
Penjadwalan Produksi Berulang
Tujuan penjadwalan juga sesuai untuk produksi berulang. Produsen berulang ingin memenuhi pelanggan, mengurangi investasi persediaan, mengurangi ukuran lot dengan peralatan dan proses yang ada. Sebuah tehnik untuk mencapai tujuan ini adalah menggunakan sebuah jadwal penggunaan material bertingkat. Berikut kelebihan penggunaan material secara bertingkat:
1.Mengurangi tingkat persediaan yang membebaskan modal untuk penggunaan yang lain.
2.Mempercepat volume produksi yaitu waktu tunggu yang lebih pendek.
3.Memperbaiki kualitas komponen sehingga meningkatkan kualitas produk.
4.Mengurangi kebutuhan luas lantai.
5.Memperbaiki komunikasi pekerja sebab mereka menjadi semakin berdekatan.
6.Memperlancar proses produksi karena lot yang besar tidak menyembunyikan permasalahan.
Penjadwalan Pada Sektor Jasa
Menjadwalkan sistem jasa berbeda dengan menjadwalkan sistem manufaktur dalam beberapa hal:
a.Penekanan penjadwalan pada sistem manufaktur adalah mesin dan material, sedangkan pada jasa adalah susunan kepegawaian.
b.Persediaan dapat memperlancar permintaan bagi manufaktur, tetapi kebanyakan sistem jasa tidak menyimpan persediaan.
c.Sistem jasa adalah padat karya, dan permintaan tenaga kerja sangat bervarasi.
d.Pertimbangan hukum seperti peraturan upah, jam kerja dan kontrak serikat pekerja yang membatasijam kerja per giliran kerja, minggu atau bulan membatasi keputusan penjadwalan.
e.Karena perusahaan jasa biasanya menjadwalan tenaga kerja daripada menjadwalkan material, masalah tingkah laku, sosial, kedudukan yang tinggi, dan status menjadikann penjadwalan lebih rumit.
Penjadwalan berkaitan dengan pemilihan waktu operasi dan jadwal jangka pendek menerjemahkan keputusan kapasitas, perencanaan agregat (jangka menengah), serta jadwal induk kedalam urutan pekerjaan dan penugasan tertentu atas karyawan, material,, dan pemisahan. Tujuan penjadwalan adalah mengalokasikan dan memprioritaskan permintaan pada fasilitas yang ada. Dua faktor penting dalam melakukan alokasi dan prioritas: pertma jenis penjadwalan, maju atau mundur, dan yang kedua kriteria prioritas.
Penjadwalan Operasi
Penjadwalan operasi merupakan perencanaan jangka pendek yang didesain untuk mengimplementasikan jadwal produksi. Penjadwalan operasi difokuskan pada bagaimana menggunakan kapasitas perusahaan saat ini dengan keterbatasan produksi secara teknis. Apabila penjadwalan tidak direncanakan secara hati-hati kemungkinan akan menimbulkan bottleneck yang akan mengakibatkan waktu tunggu.
Penjadwalan memberikan dasar untuk membebankan pekerjaan pada pusat kerja. Pembenan adalah sebuah teknik pengendalian kapasitas yang menyoroti maslah pemberian beban yang terlalu berat dan terlalu ringan pembebanan sangat erat kaitannya dengan kapasitas, yaitu sumber yang tersedia untuk menyelesaikan tugas selama satu periode yang direncanakan. Jika beban lebih besar dari kapsitas disebut beban berlebihan,, jika beban sama dengan kapsitas disebut beban penuh, dan jika beban kurang dari kapasitas disebut beban kurang.
Aturan prioritas merupakan aturan yang dipergunakan untuk menentukan urutan pekerjaan dalam fasilitas yang berorientasi pada proses. Terdapat beberapa aturan dalam pengurutan prioritas , setiap urutan mempunyai pengaruh yang berbeda, baik terhadap kecepatan selesainya pekerjaan maupun terhadap faktor lain (seperti tingkat rata-rata persediaan, biaya set-up dan rata-rata keterlambatan pekerjaan) urutan yang dipilih tentu harus disesuaikan dengan tujuan yang hendak dicapai..
Beberap aturan prioritas yang umum adalah sebagai berikut:
1.Earliest due date (EDD): pekerjaan dengan batas waktu paling awal diselesaikan terlebih dahulu.
2.First come first served (FCFS): pekerjaan yang pertama datang pada suatu pusat kerja dikerjakan terlebih dahulu.
3.Shortest processing time (SPT): pekerjaan yang memiliki waktu pemrosesan terpendek mendapat prioritas pertama untuk diselesaikan.
4.Longest processing time (LPT): pekerjaan yang memiliki waktu pemrosesan lebih panjang, lebih besar biasnya sangat penting dan diutamakan terlebih dahulu.
Minggu, 13 Maret 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar